Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, July 27, 2009

CUBA BERKATA

Susah untuk menyata, susah untuk menyapa,
Kuat sungguh pengaruhnya,
Hingga kita dipandang hina,
Kuat sungguh namanya,
Hingga kita tidak didengarnya,
Kuat sungguh pangkatnya,
Hingga kita hanya menjadi kulinya,
Kuat sungguh penyokongnya,
Hingga kita tak boleh membetulkannya,
Hanya kerana kita manusia biasa,
Tak tinggi ilmu seperti dirinya,
Tetapi kita tahu sedikit kelemahannya,
Dan ingin membantunya,
Tapi dia tidak menhirau,
Walau ramai yang dah berkata,
Moga Allah tunjuk jalan padanya,
Moga dia kembali atas jalan kebenaran,
Untuk meraih Redha Allah atas jalan Rasulnya.

Sunday, February 8, 2009

TIKA HATI DITUSUK DURI

TIKA HATI DITUSUK DURI

kekuatan hati kadang terjunam tak berdiri,

kekuatan iman kadang terbungkam dihenyak hina,

sedang diri disentap hiba,

melangkah tak berdaya,

merangkak tak bertenaga,

menjerit tak bersuara,

merintih kerna terasa pedih.

moronta minta dikuatkan jiwa,

kerna jalan tak dijumpa,

mungkinkah jalan kan menjelma?,

hanya hati terus berdoa agar diri bangun semula,

melangkah, memaju mengharung arus dunia,

siapa mampu membantu?

kala hati dah tak menentu,

cuma mengharap dari Yang Satu,

agar mentari bersinar kembali,

memberi kehidupan yang berseri,

sebelum mata terpejam sendiri,

menuju negeri abadi.....

Sunday, October 26, 2008

Sekadar ingin berbicara

HIDUP INI

Kadang kekuatan mencari kebenaran terhenti dek kuat godaan,

Mencangkuk iman tersungkur di pintu kebatilan,

Jiwa merintih tahu erti kepayahan,

Kerna tangan tak mampu capai satu impian,

Cuba merangkak, tapi kaki disentap kejam,

Syaitan menyalut hati dengan janji-janji

Menyeret, menarik menyentap tanpa henti,

Kerna ia mencari teman pendamping jiran didalam api,

Lambaian iman jauh dipintu kebenaran,

Mata tetap memerhati tapi hati masih dipagari,

Cuba lari tapi diri tak mampu berdiri,

Tapi hati masih tetap menanti kerna yakin hidayah ilahi

Datang angin meniup api padam dalam kepanasan,

Melonjak diri dapat kekuatan,

Walau parut luka masih tinggal mengguris dibenaman hati,

Tapi iman menekan sanubari untuk bangkit menuju ilahi

Semua teman, semua kawan habis ditingal menanti,

Kerna iman masih baru menacap dihati,

Bina kekuatan tambahi sifat insani,

Menguji diri mencari redha dari ilahi,

Membentuk diri generasi rabbani,

Kerna diri ingin juga berbakti,

Mengajak teman bersama cari surgawi,

Tapi Ilahi yang menentu kelak masa itu kan hadir menjemput diri

Selamat tinggal duniawi, kerna kau hanyalah satu mimpi,

Tak pernah tepat pada janji,

Tak pernah teguh dalam memberi,

Cuma pandai menabur kata-kata manis menawan hati,

Tanpa ada bukti pembenaran dari Ilahi,

Hingga ramai telah kau gari bersama dalam nikmat duniawi,

Hingga kelak surgawi Ilahi hanya jadi angan-angan dihati